Rabu, 04 Juni 2014

Pandangan Politik


Pandangan Politik Indonesia
Dianggap Sampah Oleh Pemerintah

Pernahkah anda merasakan hal dimana anda diabaikan, dilupakan dan merasa terbuang oleh Negara??? 
Ya,, syukurlah kalau belum... 
Tapi Mereka yang ada di atas dan di samping ini sudah merasakan hal itu. .. 
Masa demi masa telah berlalu para pemimpin Negeri ini pun kian diganti... Tapi, Fakir Misikin dan Anak terlantar masih tetap dan tidak pernah berubah kehidupannya dari dulu hingga hari ini.
Mari kita menyimak isi dari UUD 1945 yang dibuat oleh para Pemimpin Negeri ini dan para perwakilan rakyat Indonesia yang menerbitkan Bab XIV PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL,  Pasal 34, Ayat 1 - 4. Tapi saya akan menerbitkan Ayat 1 yang berbunyi "FAKIR MISKIN DAN ANAK-ANAK TERLANTAR DIPELIHARA OLEH NEGARA".
Faktanya tidak seperti itu kan? Mereka dipinggirkan oleh Negara, bahkan diliriknya saja tidak. Apa pemerintah lupa? Ataukah hanya berpura-pura? Mereka bukan binatang, sampah, atau kotoran yang menjijikkan. Anak jalanan juga manusia yang mempunyai rasa dan hati.  Dikejar-kejar, ditangkap, diboyong ke truk secara paksa, diinterogasi bersama-sama dengan preman, pencuri, perampok, bahkan pembunuh tanpa memikirkan bagaimana cara  hak-hak mereka bisa terpenuhi. Bukannya mencari solusi malah usaha-usaha represif selalu ditunjukkan pemerintah dalam menertibkan anak jalanan.
Hujatan, teror, intimidasi, dan kekerasan dan pencitraan yang buruk terhadap para pemulung tak semestinya mereka diperlakukan seperti itu.mereka juga saudara sebangsa dan setanah air kita, Jangan gampang melakukan penghinaan dan penganiayaan terhadap para anak jalanan yang sedang mencari peruntungan dan perbaikan nasib keluarganya. jika tak sanggup memberikan jaminan penghidupan yang layak. Jika memang merasa terganggu akan kehadiran mereka. Kita harusnya mencarikan solusi mata pencaharian yang lebih baik kepada mereka,jangan hanya tahu nya melakukan penggusuran, atau pemaksaan kehendak menertibkan para pemulung.
Kapan kah Pemerintah akan menangani hal ini? Apakah mereka akan terus dan terus, hingga ke ujung usia Negeri ini?
Negara Indonesia adalah sebuah Negara yang sedang berkembang dan sedang dalam proses transisi dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Dalam proses demikian baik kegiatan politik, ekonomi dan sosial budaya masih mencari bentuk yang tepat (Trial and error proces), demikian pula masyarakatnya berusaha mencari identitas diri yang sesuai dengan perkembangan zaman. Ditambah lagi dengan kondisi sosial politik dan ekonomi kita belum stabil, memungkinkan berbagai dampak globalisasi ikut membentuk mentalitas masyarakat kita pada saat ini1. Krisis ekonomi yang berkepanjangan ini ikut mempengaruhi semua aspek kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya kita. Kemiskinan dan lemahnya hukum merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat, dimana faktor ini yang mendorong orang untuk mencari jalan pintas dalam mencapai tujuan hidup atau cita-citanya, disamping faktor mencari identitas diri, mencari hiburan dan faktor iseng. Faktor hiburan dan iseng ini telah melekat pada setiap diri manusia yang disebut sebagai Homo Luden.
Pandangan politik di Indonesia saat ini adalah bermacam-macam. Berbagai peristiwa yang menyangkut keadaan politik yang ada di Negeri ini semakin menjadi sorotan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kemerosotan kualitas tersebut dapat dilihat dari banyaknya peristiwa yang nampaknya mengganggu kestabilan nasional, contohnya:
1.      Semakin  banyaknya kader  partai  yang tertangkap korupsi.
2.      Semakin banyaknya pejabat yang menduduki kursi terhormat terjadi korupsi.
3.      Pemilihan gubernur yang dirusak oleh pemberian suara hingga harus terjadi pengulangan pemilukada.
4.      Jika pegawai tidak condong ke partai tertentu maka jabatannya menjadi taruhan.
Sebenarnya Indonesia menganut reformasi sebagai pandangan politinya, setelah rezim orde lama digantikan ole horde baru, lalu munculah reformasi di gadang-gadang dapat memperbaiki kehidupan rakyat. Namun, hingga kini tujuan tersebut belum dapat terealisasi dengan sempurna karena proses demokrasi yang berkembang menjadi tidak murni.
Meskipun Pancasila da UUD 1945 telah mengatur dengan sedemikian rupa tentang politik di Indonesia, agaknya peraturan hanya tertuang di atas kertas saja dan juga istilah peraturan dibuat untuk dilanggar masih menjadi paham yang terus dan akan terus berkembang hingga sampai kapan akhirnya.
Tidak tahu sampai kapan kondisi politik seperti ini akan terus berlangsung, ketika akan diadakan pemilu semua calon legislative, calon anggota DPR, calon anggota DPD serta calon Presiden dan calon-calon lainnya berbondong-bondong dating ke rakyat miskin yang sebelumnya tidak pernah sama sekali masuk ke daerah kumuh.
Mereka sontak membagi-bagikan uang, sembako serta menaburkan selangit janji yang akan diberikan jika kelak mereka terpilih. Tidak hanya sampai disitu usaha mereka baliho dan gambar-gambar dipasang sebesar-besarnya hingga memenuhi sepanjang jauh mata memandang. Namun, ketika mereka mendapatkan jabatan yang diinginkan apakah nasib si miskin dapat terangkat? Kebanyakan mereka lupa dan segera berusaha mengumpulkan kembali modal yang mereka keluarkan dan segera lupa dengan janji manis yang mereka tebar.
Mudah-mudahan masyarakat kita mulai pandai dan tidak lagi terpengaruh dengan janji palsu dan tidak lagi menjadi murah suara hanya dengan uang Rp 20.000, semoga informasi pandangan politik di Indonesia saat ini bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar